Adat Provinsi Lampung yang Unik

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Sumatera. Iya Provinsi Lampung bisa dikatakan sebagai provinsi yang terletak disebelah selatan Pulau Sumatera. Pulau Lampung memiliki ibukota yang bernama Kota Bandar Lampung. Provinsi ini dikenal dengan kekayaan warisan budaya yang luar biasa.

Kuliner di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung merupakan gerbang masuk Pulau Sumatera apabila Anda melakukan perjanan dari Pulau Jawa. Provinsi Lampung juga merupakan provinsi yang berada disebelah selatan pulau Sumatera. Iya Pulau ini merupakan daerah yang terkenal memiliki banyak sekali ragam kuliner yang sangat menarik untuk dijelajahi. Pasalnya provinsi Lampung memiliki beberapa kuliner yang sangat terkenal seperti gulai taboh, tempoyang, dan seruit.

Keberagaman Adat Istiadat Provinsi Lampung

Selain terkenal dengan kulinernya yang sangat beragam dan memiliki citarasa yang begitu khas, Provinsi Lampung juga memiliki adat dan budaya yang sangat menarik untuk dikaji. Nah berikut adalah beberapa adat yang cukup terkenal di Lampung:

  1. Tayuhan

Tayuhan merupakan perayaan adat yang diadakan oleh keluarga besar dalam rangka pernikahan, khitan, perayaan kesuksesan panen, atau pembangunan rumah. Dalam melaksanaan peyaan tayuhan ini terdapat beberapa peralatan yang dibutuhkan seperti kecambai, nyani buwak, begulai, tandang bulung, khambak bebukha, dan lain sebagainya. Alat-alat ini digunakan sesuai dengan gelar adat. Dalam hal ini para kerabat akan memberikan bantuan berupa berbagai makanan mentah atau makanan yang sudah siap saji kepada pemilik hajat.

  1. Gawi

Tradisi ini dilaksanakan untuk beberapa ritual kehidupan yang diantaranya kelahiran anak, atau menjelang pernikahan. Perayaan ini biasanya akan dilaksanakan oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi berada, sebab perayaan acara ini memakan biaya yang cukup besar.

  1. Ngumbai Lawok

Upacara adat yang satu ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur para nelayan karena telah dilimpahkan hasil laut yang luar biasa. Dalam upacara ini, para nelayan juga memohon keselamatan serta perlindungan sang pecipta dari berbagai bahaya saat mereka berlayar. Adapun pelaksanaannya yakni dengan menghanyutkan kepala kerbau yang telah disembelih ke laut sebagai simbol pengorbanan.

 

Leave a Reply