Mengapa Indonesia Masih Membutuhkan Jagung Impor?

Setelah padi, Di Indonesia jagung merupakan komoditas pangan utama. Selain dimanfaatkan sebagai bahan pokok, jagung juga bisa dimanfaatkan untuk makan ternak. Jagung mudah untuk dibudidayakan di Indonesia sehingga para petani juga banyak yang menanam jagung.

Mengapa Indonesia Masih Membutuhkan Jagung Impor?

Namun sayangnya kebutuhan yang tinggi akan jagung khususnya untuk makan ternak, tidak dapat dipenuhi oleh petani. Alhasil kitapun mengimpor jagung dari negara lain. Padahal secara kualitas,jagung kita sama dengan kualitas jagung negara lain.

Harga jagung impor yang cenderung lebih murah, serta mutu jagung impor yang memenuhi standar pabrik menjadi salah satu alasan kenapa jagung impor lebih disukai pelaku usaha industri dibandingkan dengan jagung lokal.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia ( GAPMMI)  Adhi Lukman menyatakan bahwa industri makanan dan minuman membutuhkan pasokan jagung sebagai bahan baku yang mana jagung tersebut harus memiliki jenis dan standar tertentu yang sesuai dengan jenis produk makanan yang akan diproduksi.

Meskipun demikian, jenis jagung saja tidak cukup tetapi juga ketersediaan jagung harus selau stabil dan berkelanjutan. Adhi pun membenarkan bahwa jagung impor dinilai lebih murah daripada jangung lokal.

Dari data Food and Agricultural Organization ( FAO)  menunjukkan rata-rata harga jagung internasional sekitar 2 ribu rupiah perkg. Sementara HPP yang sitetapkan pemerintah sebeaar 3.150.

Meski begitu,  Adhi meyakini bahwa impor jagung tidak akan mempengaruhi harga jual petani. Dalam hal ini pemerintah juga harus berperan aktif untuk meningkatkan produktifitas petani jagung tujuannya agar bisa mencapai produktifitas tinggi serta bisa menghasilkan jagung yang berkualitas sehingga bisa memenuhi permintaan dalam negeri.

Import Jagung Menurut Bulog

Menurut pusat penelitian pangan dan advokasi ( PATAKA ) ada beberapa hal yang harus diperhatikan Bulog ketika akan melakukan impor jagung :

  1. Bulog harus bisa memastikan jagung yang diimpor adalah jagung yang mempunyai kualitas terbaik.
  2. Bulog harus memperhatikan tempat penyimpanan jagung impor, jangan sampai kualitas menurun hanya dikarenakan tempat yang kurang memadai.
  3. Bulog harus bisa memastikan distribusi jagung diwilayah yang tepat.
  4. Dalam pendistribusian jagung, Bulog harus bertindak cepat agar tidak berbarengan dengan masa panen raya jagung.

 

 

 

Leave a Reply